Unified Modeling Language / UML

Wednesday, 25 April 2012

0 comments

Unified Modeling Language

Dalam suatu proses pengembangan software, analisa dan rancangan telah merupakan terminologi yang sangat tua. Pada saat masalah ditelusuri dan spesifikasi dinegoisasikan, dapat dikatakan kita berada pada tahap rancangan. Merancang adalah menemukan suatu cara untuk menyelesaikan masalah, salah satu tool / model untuk merancang pengembangan software yang berbasis object oriented adalah UML.

Konsep Objek

Obyek dalam software analysis & design adalah sesuatu berupa konsep, benda dan sesuatu yang membedakannya dengan lingkungannya. Secara sederhana obyek adalah mobil, manusia, alarm dan lain-lainnya. Tapi obyek dapat pula merupakan sesuatu yang abstrak yang hidup didalam sistem seperti tabel, database, event, system messages.

Obyek dikenali dari keadaannya dan juga operasinya. Sebagai contoh sebuah mobil dikenali dari warnanya, bentuknya, sedangkan manusia dari suaranya. Ciri-ciri ini yang akan membedakan obyek tersebut dari obyek lainnya.

Alasan mengapa saat ini pendekatan dalam pengembangan software dengan object-oriented, pertama adalah scalability dimana obyek lebih mudah dipakai untuk menggambarkan sistem yang besar dan komplek. Kedua dynamic modeling, adalah dapat dipakai untuk permodelan sistem dinamis dan real time.

Teknik Dasar OOA/D (Object-Oriented Analysis/Design)

Dalam dunia pemodelan, metodologi implementasi obyek walaupun terikat kaidah-kaidah standar, namun teknik pemilihan obyek tidak terlepas pada subyektifitas software analyst & designer. Beberapa obyek akan diabaikan dan beberapa obyek menjadi perhatian untuk diimplementasikan di dalam sistem. Hal ini sah-sah saja karena kenyataan bahwa suatu permasalahan sudah tentu memiliki lebih dari satu solusi. Ada 3 (tiga) teknik/konsep dasar dalam OOA/D, yaitu pemodulan (encapsulation), penurunan (inheritance) dan polymorphism.

a. Pemodulan (Encapsulation)

Pada dunia nyata, seorang ibu rumah tangga menanak nasi dengan menggunakan rice cooker, ibu tersebut menggunakannya hanya dengan menekan tombol. Tanpa harus tahu bagaimana proses itu sebenarnya terjadi. Disini terdapat penyembunyian informasi milik rice cooker, sehingga tidak perlu diketahui seorang ibu. Dengan demikian menanak nasi oleh si ibu menjadi sesuatu yang menjadi dasar bagi konsep information hiding.

b. Penurunan (Inheritance)

Obyek-obyek memiliki banyak persamaan, namun ada sedikit perbedan. Contoh dengan beberapa buah mobil yang mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Ada mobil bak terbuka seperti truk, bak tertutup seperti sedan dan minibus. Walaupun demikian obyek-obyek ini memiliki kesamaan yaitu teridentifikasi sebagai obyek mobil, obyek ini dapat dikatakan sebagai obyek induk (parent). Sedangkan minibus dikatakan sebagai obyek anak (child), hal ini juga berarti semua operasi yang berlaku pada mobil berlaku juga pada minibus.

c. Polymorphism
Pada obyek mobil, walaupun minibus dan truk merupakan jenis obyek mobil yang sama, namun memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk lebih keras dari pada minibus, hal ini juga berlaku pada obyek anak (child) melakukan metoda yang sama dengan algoritma berbeda dari obyek induknya. Hal ini yang disebut polymorphism, teknik atau konsep dasar lainnya adalah ruang lingkup / pembatasan. Artinya setiap obyek mempunyai ruang lingkup kelas, atribut, dan metoda yang dibatasi.

Sejarah Singkat UML

UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software.

Pendekatan analisa & rancangan dengan menggunakan model OO mulai diperkenalkan sekitar pertengahan 1970 hingga akhir 1980 dikarenakan pada saat itu aplikasi software sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakaan metoda OO mulai diuji cobakandan diaplikasikan antara 1989 hingga 1994, seperti halnya oleh Grady Booch dari Rational Software Co., dikenal dengan OOSE (Object-Oriented Software Engineering), serta James Rumbaugh dari General Electric, dikenal dengan OMT (Object Modelling Technique).

Kelemahan saat itu disadari oleh Booch maupun Rumbaugh adalah tidak adanya standar penggunaan model yang berbasis OO, ketika mereka bertemu ditemani rekan lainnya Ivar Jacobson dari Objectory mulai mendiskusikan untuk mengadopsi masing-masing pendekatan metoda OO untuk membuat suatu model bahasa yang uniform / seragam yang disebut UML (Unified Modeling Language) dan dapat digunakan oleh seluruh dunia.

Secara resmi bahasa UML dimulai pada bulan oktober 1994, ketika Rumbaugh bergabung Booch untuk membuat sebuah project pendekatan metoda yang uniform/seragam dari masing-masing metoda mereka. Saat itu baru dikembangkan draft metoda UML version 0.8 dan diselesaikan serta di release pada bulan oktober 1995. Bersamaan dengan saat itu, Jacobson bergabung dan UML tersebut diperkaya ruang lingkupnya dengan metoda OOSE sehingga muncul release version 0.9 pada bulan Juni 1996. Hingga saat ini sejak Juni 1998 UML version 1.3 telah diperkaya dan direspons oleh OMG (Object Management Group), Anderson Consulting, Ericsson, Platinum Technology, ObjectTime Limited, dll serta di pelihara oleh OMG yang dipimpin oleh Cris Kobryn.

UML adalah standar dunia yang dibuat oleh Object Management Group (OMG), sebuah badan yang bertugas mengeluarkan standar-standar teknologi object- oriented dan software component.

Pengenalan UML

UML sebagai sebuah bahasa yang memberikan vocabulary dan tatanan penulisan kata-kata dalam ‘MS Word’ untuk kegunaan komunikasi. Sebuah bahasa model adalah sebuah bahasa yang mempunyai vocabulary dan konsep tatanan / aturan penulisan serta secara fisik mempresentasikan dari sebuah sistem. Seperti halnya UML adalah sebuah bahasa standard untuk pengembangan sebuah software yang dapat menyampaikan bagaimana membuat dan membentuk model-model, tetapi tidak menyampaikan apa dan kapan model yang seharusnya dibuat yang merupakan salah satu proses implementasi pengembangan software.

UML tidak hanya merupakan sebuah bahasa pemograman visual saja, namun juga dapat secara langsing dihubungkan ke berbagai bagasa pemrograman, seperti JAVA, C++, Visual Basic atau bahkan dihubungkan secara langsung kedalam sebuah object-oriented database. Begitu juga mengenai pendokumentasian dapat dilakukan seperti requirements, arsitektur, design, source code, project plan, tests dan prototypes.

Untuk dapat memahami UML membutuhkan bentuk konsep dari sebuah bahasa model, dan mempelajari 3 (tiga) elemen utama dari UML seperti building block, aturan-aturan yang menyatakan bagaimana building block diletakkan secara bersamaan, dan beberapa mekanisme umum (common).

Building blocks

3 (tiga) macam yang terdapat dalam building block adalah katagori benda/things, hubungan, dan diagram. Benda/things adalah abstraksi yang pertama dalam sebuah model, hubungan sebagai alat komunikasi dari benda- benda, dan diagram sebagai kumpulan/group dari benda-benda/things.

a. Benda/Things

Adalah hal yang sangat mendasar dalam model UML, juga merupakan bagian paling statik dari sebuah model, serta menjelaskan elemen-elemen lainnya dari sebuah konsep dan atau fisik. Bentuk dari beberapa benda/thing adalah sebagai berikut:

Pertama, adalah sebuah kelas yang diuraikan sebagai sekelompok dari object yang mempunyai atribute, operasi, hubungan yang semantik. Sebuah kelas mengimplementasikan 1 atau lebih interfaces. Sebuah kelas dapat digambarkan sebagai sebuah persegi panjang, yang mempunyai sebuah nama, atribute, dan metoda pengoperasiannya.

 Class

Kedua, yang menggambarkan interface merupakan sebuah antarmuka yang menghubungkan dan melayani antar kelas dan atau elemen. Interface/antarmuka mendefinisikan sebuah set/kelompok dari spesifikasi pengoperasian, umumnya digambarkan dengan sebuah lingkaran yang disertai dengan namanya. Sebuah antar-muka berdiri sendiri dan umumnya merupakan pelengkap dari kelas atau komponen.


Interface

Ketiga, adalah collaboration yang didefinisikan dengan interaksi dan sebuah kumpulan/kelompok dari kelas-kelas/elemen-elemen yang bekerja secara bersama-sama. Collaborations mempunyai struktura dan dimensi. Pemberian sebuah kelas memungkinkan berpartisipasi didalam beberapa collaborations dan digambarkan dengan sebuah elips dengan garis terpotong-potong.


Collaborations

Keempat, sebuah use case adalah rangkaian/uraian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur yang dilakukan atau diawasi oleh sebuah aktor. Use case digunakan untuk membentuk tingkah-laku benda/things dalam sebuah model serta di realisasikan oleh sebuah collaboration. Umumnya use case digambarkan dengan sebuah elips dengan garis yang solid, biasanya mengandung nama.

Use Case

Kelima, sebuah node merupakan fisik dari elemen-elemen yang ada pada saat dijalankannya sebuah sistem, contohnya adalaha sebuah komputer, umumnya mempunyai sedikitnya memory dan processor. Sekelompok komponen mungkin terletak pada sebuah node dan juga mungkin akan berpindah dari node satu ke node lainnya. Umumnya node ini digambarkan seperti kubus serta hanya mengandung namanya.

Nodes

b. Hubungan/Relationship

Ada 4 macam hubungan didalam penggunaan UML, yaitu; dependency, association, generalization, dan realization.

Pertama, sebuah dependency adalah hubungan semantik antara dua benda/things yang mana sebuah benda berubah mengakibatkan benda satunya akan berubah pula. Umumnya sebuah dependency digambarkan sebuah panah dengan garis terputus-putus.

Dependency

Kedua, sebuah association adalah hubungan antar benda struktural yang terhubung diantara obyek. Kesatuan obyek yang terhubung merupakan hubungan khusus, yang menggambarkan sebuah hubungan struktural diantara seluruh atau sebagian. Umumnya assosiation digambarkan dengan sebuah garis yang dilengkapi dengan sebuah label, nama, dan status hubungannya.

Association

Ketiga, sebuah generalization adalah menggambarkan hubungan khusus dalam obyek anak/child yang menggantikan obyek parent / induk . Dalam hal ini, obyek anak memberikan pengaruhnya dalam hal struktur dan tingkah lakunya kepada obyek induk. Digambarkan dengan garis panah.

Generalization

Keempat, sebuah realization merupakan hubungan semantik antara pengelompokkan yang menjamin adanya ikatan diantaranya. Hubungan ini dapat diwujudkan diantara interface dan kelas atau elements, serta antara use cases dan collaborations.

Realization

c. Diagram

UML sendiri terdiri atas pengelompokkan diagram-diagram sistem menurut aspek atau sudut pandang tertentu. Diagram adalah yang menggambarkan permasalahan maupun solusi dari permasalahan suatu model. UML mempunyai 9 diagram, yaitu use-case, class, object, state, sequence, collaboration, activity, component, dan deployment diagram.

Pertama, use case diagram. Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dan sebagainya.
Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan system untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.
Use case diagram dapat sangat membantu bila kita sedang menyusun requirement sebuah sistem, mengkomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang test case untuk semua feature yang ada pada sistem.
Sebuah use case dapat meng-include fungsionalitas use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara umum diasumsikan bahwa use case yang di-include akan dipanggil setiap kali use case yang meng-include dieksekusi secara normal. Sebuah use case dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang common.
     Use Case Diagram
Kedua, class diagram. Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut
(metoda/fungsi).

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.
Class memiliki tiga area pokok, yaitu nama (dan stereotype), atribut
dan metoda. Tahap pengembangan sistem perangkat lunak didalam UML meliputi analisis kebutuhan (requirement analysis), analisis sistem  (analysis), desain (design), implementasi (implementation) dan testing.
Class Diagram
Ketiga, object diagram. Object diagram adalah diagram yang menunjukkan pandangan yang lengkap atau sebagian dari struktur sebuah sistem yang dimodelkan pada waktu tertentu.
Object diagram berfokus pada beberapa set contoh objek dan atribut tertentu dan hubungan antar contoh. Object diagram memberikan wawasan tentang bagaimana pandangan sewenang-wenang dari suatu sistem diharapkan berkembang dari waktu ke waktu. Object diagram lebih konkret dari diagram kelas dan sering digunakan untuk memberikan contoh atau bertindak sebagai kasus uji untuk diagram kelas.
Object Diagram

Keempat, state diagram. State diagram adalah diagram untuk menggambarkan behavior, yaitu perubahan state di suatu class berdasarkan event dan message yang dikirimkan dan diterima oleh class tersebut. Setiap state diagram hanya boleh memiliki satu start state (initial state) dan boleh memiliki satu atau lebih dari satu stop states (final state).

State Diagram

Kelima, sequence diagram. Sequence Diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan/menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada sebuah urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut termasuk pengguna, display, dan sebagainya berupa pesan/message. Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan skrenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai sebuah respon dari suatu kejadian/even untuk menghasilkan output tertentu. Sequence Diagram diawali dari apa yang me-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.

Sequence Diagram

Keenam, collaboration diagram. Collaboration Diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan/menampilkan pengorganisasian interaksi yang terdapat disekitar objek (seperti halnya sequence diagram) dan hubungannya terhadap yang lainnya. Collaboration Diagram lebih menekankan kepada peran setiap objek dan bukan pada waktu penyampaian pesan/message.

Collaboration Diagram

Ketujuh, activity diagram. Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum.

Activity Diagram

Kedelapan, component diagram. Component diagram berfungsi untuk menggambarkan komponen run-time dan executable yang dibuat untuk sistem. Komponen saling berelasi menggunakan depedecy relation (Hubungan ketergantungan, yang ditandai dengan garis putus-putus). Komponen run-time memperlihatkan pengelompokan kelas untuk run-time library seperti Java Applet, Active-X Component dan Dynamic Libraries. Komponen executable memperlihatkan interface dan memanggil dependencies beberapa executable. Interface kelas diperlihatkan seperti lollypop.

Component Diagram

Kesembilan, deployment diagram. Deployment Diagram memperlihatkan konfigurasi pada jalannya proses run-time elements  dan proses software yang ada pada diagram. Run-time elements menggambarkan node yang berkoneksi menandakan adanya komunikasi diantaranya. Diagram ini membantu tim untuk mengerti sistem topology.

Deployment Diagram

Perbedaan UML dan DFD

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.

StarUML dengan DFD keduanya berkaitan tetapi berbeda. StarUML merupakan alat yang digunakan untuk memodelkan suatu sistem/software, sedangkan DFD merupakan salah satu dari model yang terdapat di dalam StarUML.




Sumber :
Web StarUML
Wikipedia

Toko Outdoor Di Jakarta dan Sekitarnya (Jabodetabek)

Thursday, 12 April 2012

13 comments


Sedikit sharing aja nih bagi yang ingin mencari peralatan adventure. Ini ada list toko outdoor di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Mungkin dekat dari rumah agan-aganwati sekalian :-)

=================================================================


AVTECH
ADVENTURER
Jl. Sunan Sedayu No 2, Rawamangun, Jakarta Timur
Phone : (021) 4893307

Alfa Adventure
Bekasi
Phone : 0812 9595 736

ALPINA AKSES UI
Jl. Akses UI No 51, Kelapa Dua, Depok
Phone : (021) 874 7569

BAG'S CORNER
Jl. H. Mencong Raya No 78A, Ciledug, Tangerang
Phone : 0815 77 295 79

BINTO
Jl. Raden Patah No 61B (Samping SPBU), Ciledug
Phone : (021) 9816 9361

EIGER BULAK KAPAL
Jl. Ir. H. Juanda No 139, Bulak Kapal
Phone : (021) 9680 1541

ESTA
Jl. Padjajaran No 96, Kel. Bantar Jati, Bogor
Phone : (0251) 831 8528

Kana Outdoor
Jl. Dr. Saharjo No 15 (Depan Komp. AKABRI)
Phone : (021) 359 37 455

KATARAFT
Jl. Veteran No 36, Bogor (Depan Plaza Jembatan Merah)
Phone :

KUM - KUM
Jl. Gardu Raya Dermaga, Bogor
Phone : 08129933124

LEAF
Jl. Plumpang Raya No 15, Jakarta Utara
Phone : 95920859

LEUSER
Jl. Margonda Raya No 274 B, Depok
Phone : 91782792

MARAPI
Jl. Arief Rachman Hakim No 5, Depok
Phone : 08129407258

Merbabu
Jl. Siliwangi No 10 Sangyang Jaya, Tangerang
Phone : (021) 6880 7466

NALACTACH
Jl. Mayor Oking 2A Ruko Triple 2 1/9, Citeureup
Phone : 27975003

OUTDOOR STATION
Jl. Kyai Maja No 7A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Phone : (021) 720 4585

PETALU
Jl. Lapangan Tembak Gg. Damai No 32, Cibubur, Jakarta Timur
Phone : (021) 8770 7966

POINT OUTDOOR
Jl. Margasatwa Barat No 58, Jakarta Selatan
Phone : (021) 959 0859

Tora Bora Shop
Jl. Cut Mutia No 28 Rawa Panjang, Bekasi
Phone : 0812 830 3464

TRI ARGA
Jl. Meruya Ilir No 50 (Perempatan Srengseng), Jakarta Barat
Phone : (021) 587 4534

Molino
Jl. Jambore No.1 Cibubur, Jakarta Timur
(021) 70570209

=================================================================

EIGER
Eiger Adventure Stores
Jl. Radio Dalam Raya No.21
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp. 021 – 7262818


Mall Ciputra, Lt.2 No.55
Jl. Arteri S. Parman, Grogol, Jakarta Barat

Telp. 021 – 5667254


Plaza Atrium Senen, Lt.1 No.41

Jl. Senen Raya 135 Jakarta

Telp. 021 – 3517456


Blok M Square, Lt.UG No.3

Jl. Melawai V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Telp. 021 – 72802354


Gandaria City, Lt.2 No.208B

Jl. KHM. Syafi'i Hadzami No.8 Gandaria

Telp. 021 – 29053317


Shop in Shop:
Gramedia Plaza Semanggi

Plaza Semanggi Ground Floor
 Jl. Jend. Sudirman Kav.50, Jakarta Pusat

Telp. 021 – 25539371

Gramedia Taman Anggrek

Mall Taman Anggrek
 Jl. Letjen S. Parman Kav.21, Slipi, Jakarta Barat

Telp. 021 – 56999488


Gramedia Puri Indah

Mall Puri Indah, Lt.1 
Jl. Puri Agung, Jakarta Barat

Telp. 021 – 5822524


Ramayana Taman Mini

Taman Mini Square 
Jl. Raya Pondok Gede No.1, Jakarta Timur
Telp. 021 – 87786071
Ramayana Cengkareng

Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat

Telp. 021 – 5403966


Gramedia Matraman
Jl. Matraman No.46-50, Jakarta Timur
Telp. 021 – 8581763

Gunung Agung Arion
Arion Plaza Lt.2 
Jl. Pemuda Kav.3-4, Jakarta Timur

Telp. 021 – 4713157


Ramayana Cijantung
Jl. Raya Bogor Cijantung, Jakarta Timur

Telp. 021 – 87793442


Gramedia Kelapa Gading

Mall Kelapa Gading Blok M Lt.2 
Jl. Boulevard, Jakarta Utara
Telp. 021 – 4528606


Ramayana Tanjung Priok

Jl. Kramat Jaya, Tugu Priok, Jakarta Utara

Telp. 021 – 4359792

Ramayana Ciputat
Jl. Raya Ciputat, Jakarta Selatan
Telp. 021 – 7499774


Ramayana Pasar Minggu

Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telp. 021 – 78838703


Gramedia Pondok Indah Mall

Pondok Indah Mall 
Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan

Telp. 021 – 7506997 / 7506998

Eiger Adventure Store
Jl. Siliwangi, Bogor

Telp. 0251 – 8392983


Shop in Shop:
Gramedia Botani Square

Jl. Cidangiang No.3, Bogor

Telp. 0251 – 8400730


Ramayana Bogor Trade Mall

Jl. Ir. H. Juanda No.1, Bogor

Telp. 0251 – 8401045


Ramayana Jambu Dua

Jl. Pajajaran, Jambu Dua, Bogor

Telp. 0251 – 376544


Robinson Bogor

Jl. Surya Kencana 3, Bogor

Telp. 0251 – 360902

Shop in Shop:
Gramedia Depok

Jl. Margonda Raya KM 4, Depok

Telp. 021 – 77201888


Ramayana Depok

Jl. Margonda Raya, Depok

Telp. 021 – 7759735

Shop in Shop:
Gramedia
Supermall Karawaci
Supermall Karawaci Unit G No.11-12, Tangerang

Telp. 021 – 5475873 / 76


Robinson Tangerang

Jl. Daan Mogot No. 5, Tangerang

Telp. 021 – 5515410


Ramayana Cimone

Jl. Merdeka Cimone, Tangerang

Telp. 021 – 5515339

Eiger Adventure Store:
Sentra Niaga Kalimalang

Jl. A. Yani Blok A2 No.2, Bekasi Barat

Telp. 021 – 8854077


Shop in Shop:
Gramedia
Metropolitan Mall
Jl. Kalimalang Raya Ujung, Bekasi Barat

Telp. 021 – 8840401


Ramayana Cibitung

Jl. Cibitung Raya, Bekasi

Telp. 021 – 88365919

=================================================================

CONSINA
Consina Outdoor Lifestyle
Jl. Buaran Raya No. 4 Rt. 02/15
Duren Sawit, Jakarta Timur

Telp. 021-8620467
HP / 08161922411

Warung Buncit
Jl. Warung Buncit Raya No. 2B, Jakarta Selatan
Telp. 021-7975468

Cipinang

Jl. Basuki Rahmat No.45 Cipinang, Jakarta Timur
Telp. 021-85904554

Cililitan
Jl. Dewi Sartika No.2 Cililitan, Jakarta Timur
Telp. 021-8003362

=================================================================

BOOGIE
Triarga
Jl. Palmerah Barat, No. 1 B, Jakarta Barat

Point Adventure
Jl. Margasatwa Barat No. 5, Jakarta Selatan

Leuser
Jl. Srengseng Sawah 1 B, Jakarta Selatan

Papandayan
Jl.Masjid Rt. 06/06 No. 68, Jakarta Selatan

Yonkal Adventure
Jl. H.Khayar Rt 10/06, Ciganjur, Jakarta Selatan

Cheetah Outdoor
Jl. Poltangan No. 5 Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Outdoor Station
Jl. Gandaria 111 No. 2 Taman Puring, Jakarta Selatan

Adventurer
Jl. Sunan Sedayu No 2. Rawamangun, Jakarta Timur

Alpina House
Jl. Raya Bogor No. 16, Jakarta Timur

Saung Boogie 28
Jl. Talang Raya 26 C, Bogor
Telp 0251-382060

Cataraft
Jl. Raya Gunung Batu, Bogor
Telp: 0251-380686

Tapak
Jl. Raya Parung, No. 45, Lantai 2, Bogor
Telp:
0251-615724

Halimun
Jl. Merdeka No 14, Naga Mulia, Bogor

Istana Sepatu
Jl. Kapten Muslihat, Bogor

Java
Jl. Raya Cibinong No. 15, Bogor

Nalactact
Jl. Mayor Oking No 1/9 Citereup, Bogor

Saung Boogie Bekasi
Jl. H. Juanda No. 141, Bekasi

=================================================================

LAIN-LAIN
Wilderness
Jl. Cempaka Putih Tengah II Blok B. No. 5-9
Jakarta
Telp. 021-420 6789

Tandike Seskoal

Jl. Ciledug Raya No. 2
Seskoal, Cipulir,
Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan

Telp. 021-7222666

Alpina Margonda
Jl. Raya Depok No 441

Alpina Darwin
Jl. Akses UI No. 57


Maaf Kalo Kurang Lengkap, Harap Maklum :-) CMIIW :-D